Breaking News

Kapolres Jember Sidak Pasar Tanjung, Pastikan Kelancaran Distribusi dan HET Minyak Goreng Curah


Jalanan yang ramai, masyarakat yang riuh tengah tawar menawar harga belanjaan, petugas parkir yang sibuk mengatur baris kendaraan yang sedang ditinggalkan pemiliknya.

Juru panggul belanjaan yang seakan tak kenal lelah, adalah fenomena lumrah yang pasti dijumpai saat mengunjungi Pasar Tanjung, Jember. 

Namun kali ini pada Senin (28/03) pemandangan yang tak biasa terlihat di salah satu deret pertokoan kawasan Pasar Tanjung, Jember. 

Sesaat puluhan pasang mata yang riuh dalam aktifitas jual beli dan tawar-menawar itu tersorot pada derap langkah  rombongan berpakaian dinas yang cukup menyita perhatian para pengunjung pasar tradisional di tengah kota Jember ini.

Senin (28/03) pada pukul 10.00 pagi rombongan Kapolres Jember, Kasat Intelkam Polres Jember, Kanit Pidek Polres Jember, Kabid Dinas Pangan Kab. Jember, Disperindag dan Bulog Jember yang tergabung dalam satgas pangan  mengunjungi Pasar Tanjung Jember. 

Dalam kunjungan kali ini yang menjadi concern adalah agen/toko penyedia minyak goreng baik kemasan ataupun curah yang tersedia di pasar ini. 

Sembari kerap menyapa para pengunjung pasar dengan senyum hangatnya Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo, menanyakan "Selamat pagi bu, stok minyak ada ya bu ?" sapanya di salah satu toko. 

Kapolres beserta Diseprindag pun beberapa kali kerap menemui antrian orang yang membawa jerigen untuk mendapatkan minyak. 

"Saya dari desa Jenggawah pak jauh-jauh datang kesini dengan transportasi motor, ini lantas bagaimana pak ternyata minyak disini kosong". ujar salah seorang wanita dengan nada sedikit kesal sebab tak mendapatkan jatah minyak goreng yang diharapkannya.

Kapolres Jember beserta satgas pangan juga akan menindaklanjuti terkait ketersediaan stok di distributor. 

"Kami akan memeriksa dan mengawasi distributor minyak goreng nanti terkait alur distribusinya kepada agen atau toko, apakah ada permasalahan atau ada pembatasan". ungkap perwira alumni Akpol 2001 ini. 

Selaras dengan yang disampaikan Hery, Disperindag Kab. Jember juga akan menanyakan kepada Disperindag Provinsi tentang jumlah kuota minyak goreng curah untuk Kab. Jember.

Dalam sidak kali inipun Kapolres Jember beserta Disperindag memeriksa dan memastikan bahwa minyak goreng curah yang beredar sudah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah yakni Rp 15.000-15.500/kg.

"Saya mohon agar dijual sesuai dengan ketetapan harga ya bu, jangan sampai ada kenaikan dari harga yang telah ditetapkan terlebih lagi nanti menjelang bulan Ramadhan" ujar Kapolres Jember di salah satu toko yang ia kunjungi. 

Beberapa pemilik toko minyak goreng pun mengeluhkan dikarenakan stok yang mereka terima saat ini dari distributor sangatlah terbatas, sehingga harus mengeluarkan ongkos operasional untuk pengambilan minyak, selain itu toko/agen membatasi jumlah pembelian para konsumen.

Ditempat terpisah, salah satu distributor pemasok minyak goreng curah di Jember, CV. Fajar Jaya juga mengaku bahwa pihaknya mengalami penurunan jumlah pasokan setelah ada subsidi dari pemerintah. 

CV. Fajar Jaya yang sebelumnya mendapat pasokan dari beberapa produsen di Surabaya hingga 750 ton/bulan, kini dibatasi dan hanya mendapatkan pasokan 150 ton/bulan.

Kapolres Jember beserta Disperindag Kab. Jember dan satgas pangan akan terus melakukan upaya-upaya agar pasokan minyak goreng curah dapat terpenuhi dan menjangkau semua masyarakat. 

Kepolisian dan pemerintah Kab. Jember juga akan terus memantau harga yang dijual kepada konsumen agar sesuai dengan ketetapan yang telah dikeluarkan pemerintah.

Sumber : Humas Polres Jember

0 Comments

© Copyright 2022 - Jemberindo