Breaking News

Balung Lor Berduka, Dua Bocah Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Balung Lor Berduka, Dua Bocah Ditemukan Meninggal di Saluran Irigasi

Berita duka kembali menyelimuti masyarakat Desa Balung Lor, Kecamatan Balung kabupaten Jember.

Belum hilang dalam ingatan,  Aris Sugianto, pemuda asal Jalan Bali, ditemukan mati mengapung di Sungai Bedadung pada Kamis (24/02).

Satu hari kemudian, dua bocah warga desa Balung Lor  ditemukan mengambang di kanal irigasi Dusun Karang Anyar RT 002/RW 001, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember, Jumat sore (25/02/2022).

Kedua korban itu bernama Fauzan Abdul Azhim dan Muhammad Haqiqi Ibrohim. Keduanya bertetangga dan tinggal tak jauh dari saluran irigasi tersebut.


Informasi terhimpun, peristiwa duka ini terjadi Jumat (25/02/2022) sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga dua bocil itu meninggal karena hanyut saat mandi.

Korban ditemukan oleh Erfan, warga setempat yang sedang berada di pinggir aliran irigasi. 

Kemudian datang Jaenal, dia melihat ada anak hanyut dalam keadaan mengambang. 

Erfan kemudian mengangkat tubuh bocah itu dari dalam kanal yang ternyata adalah Muhammad Haqiqi Ibrohim. 

Selanjutnya, korban dibawa ke Puskesmas Balung untuk mendapat pertolongan.

Sekitar 15 menit kemudian, warga kembali menemukan korban kedua, Fauzan Abdul Azhim yang juga langsung dibawa ke puskesmas. Namun kedua korban tidak tertolong. 

Kapolsek Balung AKP Sunarto menjelaskan, anggota Polsek Balung menerima laporan kejadian penemuan dua bocah yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember.

Mendapat laporan, polisi segera mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan di Puskesmas Balung, serta pemerintah desa setempat untuk melakukan Visum et Repertum (VeR) luar.

Ditengarai, kedua korban meninggal murni karena hanyut tenggelam saat mandi di saluran irigasi tersebut.

"Menurut keterangan saksi, saat kejadian aliran irigasi memang cukup deras,” ungkap AKP Sunarto, Kapolsek Balung.

Selanjutnya, untuk memastikan penyebab kematian dua bocah itu, polisi berencana melakukan autopsi. 

"Tetapi pihak keluarga sepakat menolak otopsi dan menerima peristiwa ini sebagai musibah."

"Korban sudah dibawa oleh pihak keluarga dan keduanya akan dimakamkan di pemakaman umum desa setempat," pungkas AKP Sunarto.

0 Comments

© Copyright 2022 - Jemberindo